RSS

AL-QURAN VS PERILAKU KORUP

30 Sep

Islam adalah agama keadilan, agama kebenaran, agama keindahan hidup, agama kebaikan, dan agama maslahat. Dalam Islam, transparansi proses-proses kehidupan sangat dianjurkan. Dalam Islam, kejujuran dan nilai amanah sangat diutamakan. Dalam Islam, keahlian lebih diutamakan dibandingkan kekerabatan dan kepentingan kelompok. Dalam Islam, bekerja dengan sungguh-sungguh sangat diwajibkan ketimbang bekerja dengan malas-malasan, penuh manipulasi, dan mempergunakan jalan pintas yang tidak pantas. Dalam Islam, apa pun yang dikerjakan oleh umat manusia memiliki sisi spiritual, tidak melulu memiliki sisi teknis belaka, dalam arti, apa pun yang dikerjakan oleh manusia akan dihisab atau diperhitungkan di alam akhirat nanti. Melakukan hal yang mubah pun jika dilakukan berlebihan akan menjurus pada kemubadziran yang nantinya akan ditanyakan di alam akhirat sana. Sebab kemubadziran jelas mendekatkan diri pada setan.

Dalil-dalil yang menunjukkan tingginya kualitas ajaran di atas sangat banyak dan dapat dibaca pada ayat-ayat Al-Quran dan riwayat serta teks dalam Sunnah Nabi. Kalau difokuskan untuk memahami dan memecahkan masalah aktual bangsa Indonesia maka dapat difokuskan bahwa ajaran Islam itu sangat anti KKN. Sangat anti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Penyakit lama yang cocok dihilangkan lewat reformasi nasional yang gegap gempita di tahun 1998 itu ternyata sekarang masih bertengger dan menghinggapi kehidupan bangsa, masyarakat, negara, organisasi non pemerintah (ormas dan LSM), bahkan di dalam keluarga-keluarga termasuk keluarga muslim.

Fakta-fakta selama 14 tahun menunjukkan kalau memberantas korupsi tidak mungkin dilakukan tanpa memberantas kolusi dan nepotisme. Dalam kasus Indonesia, kolusi dan nepotisme hampir selalu aktif menjadi instrumen korupsi itu sendiri. Munculnya istilah mafia hukum dan peradilan, mafia parpol, mafia birokrasi kementerian, mafia perdagangan, mafia kebijakan keuangan, mafia pendidikan, mafia proyek pembangunan dan proyek lain, mafia keamanan di jalan-jalan dan di tempat-tempat lain, mafia pelacuran, mafia perjudian, mafia narkoba, dan mafia kekerasan struktural atau kultural menunjukkan bagaimana tali temalinya korupsi dengan kolusi dan nepotisme.

Kita makin tersadar bagaimana korupsi itu beroperasi lewat instrumen kolusi dan nepotisme secara aktual dan fakta dari melihat salah satu praktik korupsi yang cukup mengguncang kesadaran kita dan cukup menyakitkan hati kita, yaitu korupsi pengadaan Kitab Suci Al-Quran. Korupsi yang berlangsung di lingkungan Kementerian Agama yang kebetulan dikuasai oleh partai tertentu yang berbasis ormas tertentu ternyata melibatkan oknum partai lain dan keluarganya dengan perusahaan tertentu. Di sini jelas tergambar kalau kolusi, korupsi, dan nepotisme kelompok dan keluarga mewujud dalam kasus korupsi dengan objek sesuatu yang sangat tidak pantas dikorupsi, Al-Quran sebagai bendanya, Kemeterian Agama sebagai struktur institusionalnya, dan umat Islam sebagai korbannya.

Ada baiknya kita merenung mengapa semua ini terjadi. Jawaban sederhana tentu berbunyi, karena Al-Quran belum menjadi perilaku. Ruh Al-Quran belum merasuk pada jiwa-jiwa pemeluk Islam. Dan nilai-nilai Islam di dalam Al-Quran masih cenderung diingkari meski diucapkan dan ditempelkan sebagai hiasan pidato, pernyataan, dan lomba-lomba membaca dan menulis kaligrafi ayat-ayat suci.

Kalau dilacak lagi, mengapa dapat berlangsung sepeti itu? Maka jawaban sederhana adalah karena pendidikan, sosialisasi, dan internalisasi nilai Al-Quran belum berjalan dengan baik. Begitu seterusnya, kita akan menemukan matarantai korupsi yang kolutif dan nepotis dalam kasus ini, yang sering kemudian dapat membuat kita semua frustasi karena dulu Nabi Muhammad diutus dan diperintahkan membaca Islam dan menyiarkan untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia. Kok sekarang ada sebagian pejabat beragama Islam malah mempertontonkan ketidakmuliaan akhlaknya. Lantas apa yang sebaiknya kita perbuat?

 
Leave a comment

Posted by on September 30, 2012 in Islam

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: